Navigasi

Tuesday, 15 April 2014

Tidak Tergoda oleh Nafsu

Shu adalah seorang penduduk kota Guan An, dalam perjalanan menuju Beijing dia singgah di sebuah penginapan di kota Guan An untuk beristirahat. Pada saat itu hari sudah senja, wanita pemilik penginapan sedang berada di depan pintu segera menyambutnya dengan tersenyum ramah, dan menyapa tamunya, "Tuan sudah sangat capek melakukan perjalanan, silahkan masuk ke kamar untuk beristirahat."

Pada tengah malam, wanita pemilik penginapan datang ke kamar Shu, dan berkata, "Tuan, saya melihat tuan adalah seorang yang terhormat, malam ini saya ingin melewati malam dengan tuan, apakah tuan bersedia?"
Shu setelah mendengar perkataan tersebut sangat terkejut, lalu bertanya, "Apa pekerjaan nona? Kenapa tengah malam datang ke kamar saya?"

"Ayah saya adalah seorang pedagang sutra dari kota Beijing, dan memiliki sebuah toko sutra yang besar di sana. Ayah saya menikahkan saya dengan anak pemilik penginapan ini, dan suami saya telah meninggal. Karena saya miskin, maka tidak bisa pulang ke rumah ayah saya di Beijing, dan tidak dapat menahan kesepian, oleh sebab itu malam ini saya datang ke kamar tuan," jawab pemilik penginapan dengan suara lirih.

Setelah mendengar cerita wanita tersebut, dengan lembut Shu berkata, "Saya sangat bersimpati mendengar cerita Anda, tetapi saya tidak akan melakukan perbuatan yang tidak terhormat. Setelah saya sampai di Beijing, saya berjanji akan pergi mencari ayah Anda, supaya dapat mengutus orang untuk menjemput Anda, terlebih dahulu maafkan saya."

Setelah mendengar perkataan Shu, wanita pemilik penginapan merasa malu, membalikkan badan meninggalkan Shu.

Sesampainya di Beijing, Shu pergi mencari toko sutra milik ayah dari wanita pemilik penginapan, segera setelah bertemu, Shu menceritakan keadaan putrinya kepadanya.
"Beberapa hari yang lalu, saya bermimpi bertemu dengan dewa, dewa mengatakan kepada saya bahwa putri saya jika tidak bertemu dengan pria terhormat bernama Shu akan terjerumus ke dalam dosa, dan berada dalam keadaan bahaya. Dan nama Anda juga sama seperti yang dewa katakan kepada saya," kata pemilik toko sutra dengan pandangan tertegun, setelah mendengar keterangan dari Shu.

Mendengar perkataan pemilik toko sutra tersebut, Shu lalu menceritakan pertemuan dengan putrinya pada tengah malam saat itu.

Selesai mendengar cerita pertemuan mereka, pemilik toko meneteskan air mata dan berkata, "Dewa mengatakan engkau adalah seorang pria terhormat, ternyata tidak salah."

Akhirnya pedagang mengutus orang untuk menjemput putrinya pulang ke rumahnya, dan dinikahkan dengan orang lain dan hidup dengan bahagia. Sedangkan Shu tahun berikutnya mendapatkan kenaikan jabatannya di pemerintahan, menjadi wali kota.

Memberi contoh yang baik kepada orang lain, sama artinya kita telah menyelamatkan seseorang dari kemungkinan berbuat buruk, karena terkadang tanpa disadari, seseorang selalu dalam pencarian contoh atau seorang figur yang baik, di dalam proses menuju kedewasaannya.


Kekurangan contoh atau figur seseorang yang baik di dalam masyarakat, akan menuntun seseorang melakukan hal yang sama, yang kemudian dianggap sebagai kebenaran bersama, yang diakui bersama, di dalam bermasyarakat. 

Sumber : erabaru.net

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment