Shu adalah seorang penduduk kota
Guan An, dalam perjalanan menuju Beijing dia singgah di sebuah penginapan di
kota Guan An untuk beristirahat. Pada saat itu hari sudah senja, wanita pemilik
penginapan sedang berada di depan pintu segera menyambutnya dengan tersenyum
ramah, dan menyapa tamunya, "Tuan sudah sangat capek melakukan perjalanan,
silahkan masuk ke kamar untuk beristirahat."
Pada tengah malam, wanita pemilik
penginapan datang ke kamar Shu, dan berkata, "Tuan, saya melihat tuan
adalah seorang yang terhormat, malam ini saya ingin melewati malam dengan tuan,
apakah tuan bersedia?"
Shu setelah mendengar perkataan
tersebut sangat terkejut, lalu bertanya, "Apa pekerjaan nona? Kenapa
tengah malam datang ke kamar saya?"
"Ayah saya adalah seorang
pedagang sutra dari kota Beijing, dan memiliki sebuah toko sutra yang besar di
sana. Ayah saya menikahkan saya dengan anak pemilik penginapan ini, dan suami
saya telah meninggal. Karena saya miskin, maka tidak bisa pulang ke rumah ayah
saya di Beijing, dan tidak dapat menahan kesepian, oleh sebab itu malam ini
saya datang ke kamar tuan," jawab pemilik penginapan dengan suara lirih.
Setelah mendengar cerita wanita
tersebut, dengan lembut Shu berkata, "Saya sangat bersimpati mendengar
cerita Anda, tetapi saya tidak akan melakukan perbuatan yang tidak terhormat.
Setelah saya sampai di Beijing, saya berjanji akan pergi mencari ayah Anda,
supaya dapat mengutus orang untuk menjemput Anda, terlebih dahulu maafkan
saya."
Setelah mendengar perkataan Shu,
wanita pemilik penginapan merasa malu, membalikkan badan meninggalkan Shu.
Sesampainya di Beijing, Shu pergi
mencari toko sutra milik ayah dari wanita pemilik penginapan, segera setelah
bertemu, Shu menceritakan keadaan putrinya kepadanya.
"Beberapa hari yang lalu,
saya bermimpi bertemu dengan dewa, dewa mengatakan kepada saya bahwa putri saya
jika tidak bertemu dengan pria terhormat bernama Shu akan terjerumus ke dalam
dosa, dan berada dalam keadaan bahaya. Dan nama Anda juga sama seperti yang
dewa katakan kepada saya," kata pemilik toko sutra dengan pandangan
tertegun, setelah mendengar keterangan dari Shu.
Mendengar perkataan pemilik toko
sutra tersebut, Shu lalu menceritakan pertemuan dengan putrinya pada tengah
malam saat itu.
Selesai mendengar cerita
pertemuan mereka, pemilik toko meneteskan air mata dan berkata, "Dewa
mengatakan engkau adalah seorang pria terhormat, ternyata tidak salah."
Akhirnya pedagang mengutus orang
untuk menjemput putrinya pulang ke rumahnya, dan dinikahkan dengan orang lain
dan hidup dengan bahagia. Sedangkan Shu tahun berikutnya mendapatkan kenaikan
jabatannya di pemerintahan, menjadi wali kota.
Memberi contoh yang baik kepada
orang lain, sama artinya kita telah menyelamatkan seseorang dari kemungkinan
berbuat buruk, karena terkadang tanpa disadari, seseorang selalu dalam
pencarian contoh atau seorang figur yang baik, di dalam proses menuju
kedewasaannya.
Kekurangan contoh atau figur
seseorang yang baik di dalam masyarakat, akan menuntun seseorang melakukan hal
yang sama, yang kemudian dianggap sebagai kebenaran bersama, yang diakui
bersama, di dalam bermasyarakat.
