Navigasi

Tuesday, 15 April 2014

Isyarat dari Kelud Saat Malam Jumat Wage

Dusun Kebon di Desa Besowo, Kepung, Kediri, Jawa Timur seakan mati. Tak ada manusia lalu lalang, jangkrik pun absen berderik. Sepi yang kontras dengan latar alam yang bergejolak. Malam itu, Kamis 13 Februari 2014, Gunung Kelud baru saja meletus.

Jutaan meter kubik abu bercampur kerikil dan pasir tumpah. Di kejauhan, kilat sambar menyambar di antara kepulan asap dan lelehan lava, dentuman keras mirip suara ledakan tak kunjung berhenti. Mencekam.

Sebuah mobil milik SAR memasuki jalanan dusun, menyorot lampu yang nyaris tak kuasa menembus pekatnya malam. Ada dua orang di dalamnya, Koordinator SAR Kecamatan Kepung, Deddy Kurniawan dan Mbah Wito, anggota Satpol PP Kecamatan Kandangan. Si Mbah jadi penunjuk jalan.

Klakson mobil berkali-kali dibunyikan. Jadi penanda kehadiran. "Ada yang masih di dalam?!" teriak mereka berkali-kali.

Hening. Tak ada sahutan.

Beberapa saat kemudian, terdengar seruan lirih. Dari bibir seorang perempuan. Deddy dan Mbah Wito bergegas turun. Bermodalkan senter yang dibawa dari kantor kecamatan, mereka menembus derasnya abu, mendekati sumber suara. Ke sebuah rumah yang rusak berat dan beratap langit. Bumbungnya bolong.

Belum jauh melangkah. Tiba-tiba muncul sesosok tubuh dengan tangan dan kaki menapak tanah. Merangkak. Dua relawan evakuasi terkesiap saat melihat wajah itu... putih, pucat, penuh kerut, dan berlumuran darah.

Itu sosok seorang nenek. Ia tak kuat lagi berdiri setelah batu hampir sekepalan tangan yang dilontarkan Kelud menghancurkan genteng rumah dan jatuh membentur kepalanya. Perempuan sepuh yang tak sempat terbawa gelombang evakuasi warga yang panik.

"Itu kepala penuh dengan darah. Mukanya sudah pucat, lemas, sungguh kasihan melihatnya," kata Dedy, menceritakan pertemuannya dengan sang nenek kepada Liputan6.com.

Bergegas Dedi dan Mbah Wito segera menghampiri dan memapah tubuh renta itu menuju mobil yang terparkir 10 meter jauhnya. Darah masih mengucur dari kepala korban.

Penyisiran dilanjutkan. Klakson terus dibunyikan, berharap korban lain yang terjebak di rumah mendengarnya. Satu per satu warga muncul, dengan kondisi serupa. Tubuh berbalut debu, pasir, juga darah. Total ada 8 orang, semua lanjut usia, yang dilarikan ke pos kesehatan terdekat di SMP 1 Kepung.

Letusan Kelud malam itu berlangsung cepat dan tak terduga. Hanya selang 1 jam 35 menit setelah ditetapkan jadi Awas, gunung setinggi 1.731 meter itu erupsi. Jeda paling singkat dalam sejarah.

Akibatnya, warga kalang kabut. "Cuma setengah jam dari meletus, batu dan pasir sudah turun. Padahal kami lagi sibuk menyelamatkan diri. Melihat itu warga jadi makin panik," kata salah satu warga kaki Kelud, Sunyoto (27).

Kelud juga membuat seorang kakek bertubuh kurus, bingung. Ia ditemukan sedang berdiri termenung di depan rumahnya di Desa Sugih Waras. Di tengah guyuran abu matanya menatap nanar ke arah Kelud. "Terserah, Pak, dibunuh juga nggak apa-apa. Saya tetap di sini," ujar dia, seperti ditirukan Komandan Regu Brimob Iptu Kristo Tamba.

Kakek itu pernah jadi saksi erupsi Kelud pada 10 Februari 1990. Kala itu letusan berlangsung selama 45 hari, menewaskan 33 warga sekitar.

Tapi, amuk Kelud kali ini lebih besar, lontaran vulkanik mencapai tinggi 17 km, dibanding 8 km di tahun 1990. Sebarannya pun lebih jauh -- meski korban jiwa lebih sedikit, 7 orang.

Abu Menyebar Sampai Jauh

Gunung Kelud atau 'sapu' dalam Bahasa Jawa, kali ini bergerak cepat: meletus dan cepat reda. Meski terbilang singkat, letusan Kelud bikin repot jutaan orang. Faktor lokasi jadi penyebab: ia berada di Jawa, area terpadat di Indonesia, salah satu pulau paling ramai di muka Bumi.

Sekitar 200 ribu orang harus diungsikan, abu menyebar sampai jauh ke Surabaya, Yogyakarta, Solo, juga Bogor, merusak rumah, bikin orang sesak nafas. Lalu lintas darat dan udara terganggu. Tujuh bandara ditutup. Tak cuma di Indonesia, penerbangan dari Australia ke Cocos Islands, Pulau Christmas, dan Phuket, Thailand dibatalkan.

Apa yang membuat abu Kelud sedemikian dahsyat penyebarannya? Peneliti Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) punya jawabannya.

Ini penjelasan mereka: 1 jam setelah Kelud meletus pada pukul 22.50 WIB, debu terlontar mencapai ketinggian tropopause, atmosfer, pada ketinggian 16 hingga 17 kilometer dari permukaan laut. Berdasarkan pantauan penerima satelit MTSAT-2 Lapan di Bandung, debu vulkanik menyebar dalam arah horisontal dengan radius 100 km.

Tiga jam kemudian, sebaran debu vulkanik melebar ke arah barat dengan radius mencapai sekitar 300 kilometer. Dari hasil analisis data MTSAT-2 dan pemodelan atmosfer yang dikembangkan PSTA Lapan, sebaran debu vulkanik dibawa oleh angin ke arah barat dengan kecepatan 83 km/jam. Pada Jumat 14 Februari 2014 pukul 07.00 WIB debu semburan letusan Gunung Kelud sudah sampai di wilayah Jawa Barat.

"Kami merekam sebelum dan sesudah Gunung Kelud meletus dan juga melalui MTSAT-2 dan pendalaman tim Atmosfer Lapan menginformasikan sebaran debu vulkanik yang dibawa oleh angin ke arah barat," tambah Kabid Produksi Informasi Pusat Pemanfaatan data Lapan Winanto kepada Liputan6.com, Minggu 23 Februari 2014.

Satelit NASA kali pertama mendeteksi semburan erupsi pada Kamis malam pukul 23.09 WIB. Pada 12.30 WIB, instrumen Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS) pada satelit Suomi NPP menangkap penampakan awan abu berbentuk jamur.

Empat puluh menit kemudian, pada pukul 01.10 WIB, Jumat 14 Februari 2014, satelit Cloud-Aerosol Lidar and Infrared Pathfinder Satellite Observation (CALIPSO) yang terbang di atas kepulan material Kelud merekam awan abu di ketinggian hampir 20 kilometer, dengan persebaran 30 kilometer.

Lebih `Mematikan` dari Merapi

Sejarah dunia mencatat 19 Mei 1949 sebagai hari malapetaka terjadi: 19 Mei 1919. Kelud yang meletus, membuat air di danau kawahnya mendidih, menerobos dinding, luber ke bawah hingga menyebar radius 40 kilometer. Lebih dari 5.100 orang di 104 desa-desa kecil di kaki gunung tewas.
(Foto Kelud April 1919)
Gambaran mengerikan itu disaksikan Carl Wilhelm Wormser, pejabat Pengadilan Landraad di Tulung Agung, Jawa Timur. Disebutkan, hari itu bumi berguncang, mentari hilang ditelan kegelapan. Kelud memuntahkan abu disertai sambaran petir. Disusul lahar panas yang tanpa ampun membakar apapun yang dilewatinya.
(Foto Kelud tahun 1901)
Dan itu bukan yang terparah. Situs Volcano Discovery menyebut, pada tahun 1586, erupsi Kelud bahkan membuat lebih dari 10.000 nyawa melayang.

Meski masih dalam skala yang jauh lebih kecil, letusan Kelud 2014 memicu kekhawatiran masyarakat: gunung berapi yang lain akan mengikuti tingkah Kelud. Apalagi, Gunung Sinabung di Karo, Sumatera Utara, yang tak jua berhenti menggeliat dari tidur panjangnya selama 400 tahun, baru saja menyudahi nyawa 17 orang pada awal Februari.

Dan pada 5 November 2010, tak sampai 4 tahun lalu, Gunung Merapi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengamuk, memuntahkan awan panas atau wedus gembel bercampur batu. Setidaknya 277 orang tewas, termasuk sang juru kunci Mbah Maridjan.

Dengan korban nyawa lebih sedikit, sejatinya, letusan Kelud kali ini lebih 'mematikan' dari erupsi Merapi 2010. Itu kata Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono.

"Material yang dimuntahkan Kelud saat erupsi besar pertama pada 13 Februari lalu sama dengan material 1 bulan yang dikeluarkan Gunung Merapi selama letusan pada 2010 silam. Material letusan Kelud mencapai 100-200 juta meter kubik," kata dia kepada Liputan6.com.

Faktor manusia menjadi kunci keselamatan. "Saat ini kalau manusia (warga lereng gunung) bisa diatur, (letusan gunung) tidak mematikan. Tergantung orangnya, mengikuti arahan dan prosedur sesuai status gunung api atau tidak," kata dia.

Kekhawatiran bakal berdenyutnya gunung berapi lain makin menguat setelah tanpa diduga, pada Senin pagi 17 Februari 2014, gempa tiba-tiba mengguncang wilayah Dusun Piji dan Krajan, Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Saksi mata mengaku melihat kilat menyambar dari arah Gunung Merbabu, disertai suara ledakan keras, dan bumi pun berguncang. Puluhan rumah warga rusak, tembok retak, genteng copot dan berjatuhan. Banyak orang mengira letusan Kelud menular.

Anggapan itu dibantah Surono. "Nggak ada kaitan Merbabu dengan Kelud. Gunung Merbabu masih normal. Dentuman itu bukan dari kegiatan vulkanik. Apalagi, dentuman itu berdasarkan cerita, katanya, katanya..." kata dia.

Dan, Mbah Rono benar. Setidaknya, hingga Minggu malam 23 Februari 2014, belum ada tanda-tanda pergolakan dari Merbabu.

Secara terpisah, Ketua Tim Tanggap Darurat Gunung Kelud dan Penanggung Jawab Gunung Api Jawa Tengah dan Jawa Timur PVMBG Umar Rosadi menegaskan, erupsi Kelud tak akan menjalar ke gunung-gunung lain.

"Nggak ada hubungan sama sekali. Krakatau (Gunung Anak Krakatau) waspada sudah lama (sejak 26 Januari 2012), tidak ada pengaruh dengan Kelud. Masing-masing punya dapur sendiri, punya dapur magma masing-masing."

Ring of Fire Bergolak?


Seperti halnya Sinabung, erupsi Kelud 'terdengar' hingga ke seluruh dunia. Mengingatkan kembali pada sebuah negeri yang bertopang di atas zona tektonik yang sangat aktif, pertemuan tiga lempeng besar dunia -- Pasifik, Australia, dan Eurasia, dan sejumlah lempeng kecil lain. Di Ring of Fire.

Situs sains LiveScience mencatat, Indonesia adalah rumah bagi 129 gunung berapi aktif. Dua yang paling aktif adalah Kelud dan Gunung Merapi di Jawa -- pulau di mana Ibukota Jakarta dan kota-kota utama Indonesia berada. Letusan Merapi dan Kelud bertanggung jawab atas ribuan kematian.

Indonesia juga menjadi lokasi sejumlah gempa terdahsyat dan letusan gunung berapi paling kolosal yang pernah terjadi di muka Bumi: Toba, Tambora, Krakatau. Belum lama ini terlacak, ledakan misterius terjadi pada 1257, abad ke-13, jejak kimiawinya terekam dalam es di Arktik dan Antartika berasal dari Lombok: Gunung Samalas yang kini menyisakan Rinjani.

Letak Indonesia-lah membuatnya mengalami rentetan letusan gunung api. Katherine Cashman, seorang profesor Vulkanologi di Universitas Bristol menerangkan, Bumi terbagi dalam beberapa lempeng, yang semi kaku, tetapi kadang-kadang bergerak dan berinteraksi satu sama lain. "Indonesia dalam posisi tak beruntung, berada di batas lempeng-lempeng besar. Khususnya di bawah Jawa, satu lempeng masuk menujam di bawah lempeng lain, memproduksi lelehan yang kemudian mengejawantah sebagai gunung berapi," kata dia, seperti dikutip dariIndependent.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah letusan 2 gunung, Sinabung dan Kelud, yang terjadi nyaris bersamaan baru-baru ini menjadi indikasi peningkatan aktivitas di Cincin Api Pasifik? Sebelum Kelud meletus, lindu dengan kekuatan 6,2 skala Richter juga mengguncang Kebumen, Jawa Tengah pada 25 Januari 2014 lalu.

Soal dugaan adanya peningkatan aktivitas di Ring of Fire, Dr Colin Macpherson, dari Department of Earth Sciences, Durham University, Inggris  berpendapat, tidak.

Dan, belum terbukti secara ilmiah kaitan gunung berapi dengan gempa. "Adalah biasa, melihat banyak gunung api aktif secara bersamaan atau  menyaksikan dua letusan besar di Indonesia pada waktu yang sama. Itu bukan hal aneh," kata dia, dikutip dari IB Times.

Dia menambahkan, Kelud meletus delapan atau sembilan kali selama 100 tahun. Pada tahun 2007 letusannya sangat kecil hingga nyaris tak terdeteksi. "Ini adalah kali pertamanya Kelud meletus eksplosif sejak 1990," kata dia.

Macpherson mengatakan tidak ada cara untuk memastikan apakah Kelud akan terus meletus di masa depan. Atau bagaimana pola waktunya. Sebab, data yang dimiliki para ahli sangat singkat, dibandingkan dengan umur gunung itu sendiri yang bisa mencapai ratusan ribu tahun. "Sangat sulit bagi kita untuk menggunakan data yang kita miliki untuk membuat prediksi masa depan."

Dan sampai saat ini belum ada teknologi untuk memprediksi kapan terjadinya letusan gunung api. Kelud, maupun lebih dari 100 gunung api lainnya di Indonesia. Hanya menunggu giliran.

Bencana alam adalah sebuah keniscayaan di negeri subur, gemah ripah loh jinawi (kekayaan alam yang berlimpah) ini. Tak diketahui pasti kapan akan datang. Sinabung, lalu Kelud adalah peringatan dan isyarat dari kekuatan mahadahsyat yang berada di bawah kaki kita berpijak. Bersiap menjadi sebuah keharusan.

Sumber : Liputan6.com

Tidak Tergoda oleh Nafsu

Shu adalah seorang penduduk kota Guan An, dalam perjalanan menuju Beijing dia singgah di sebuah penginapan di kota Guan An untuk beristirahat. Pada saat itu hari sudah senja, wanita pemilik penginapan sedang berada di depan pintu segera menyambutnya dengan tersenyum ramah, dan menyapa tamunya, "Tuan sudah sangat capek melakukan perjalanan, silahkan masuk ke kamar untuk beristirahat."

Pada tengah malam, wanita pemilik penginapan datang ke kamar Shu, dan berkata, "Tuan, saya melihat tuan adalah seorang yang terhormat, malam ini saya ingin melewati malam dengan tuan, apakah tuan bersedia?"
Shu setelah mendengar perkataan tersebut sangat terkejut, lalu bertanya, "Apa pekerjaan nona? Kenapa tengah malam datang ke kamar saya?"

"Ayah saya adalah seorang pedagang sutra dari kota Beijing, dan memiliki sebuah toko sutra yang besar di sana. Ayah saya menikahkan saya dengan anak pemilik penginapan ini, dan suami saya telah meninggal. Karena saya miskin, maka tidak bisa pulang ke rumah ayah saya di Beijing, dan tidak dapat menahan kesepian, oleh sebab itu malam ini saya datang ke kamar tuan," jawab pemilik penginapan dengan suara lirih.

Setelah mendengar cerita wanita tersebut, dengan lembut Shu berkata, "Saya sangat bersimpati mendengar cerita Anda, tetapi saya tidak akan melakukan perbuatan yang tidak terhormat. Setelah saya sampai di Beijing, saya berjanji akan pergi mencari ayah Anda, supaya dapat mengutus orang untuk menjemput Anda, terlebih dahulu maafkan saya."

Setelah mendengar perkataan Shu, wanita pemilik penginapan merasa malu, membalikkan badan meninggalkan Shu.

Sesampainya di Beijing, Shu pergi mencari toko sutra milik ayah dari wanita pemilik penginapan, segera setelah bertemu, Shu menceritakan keadaan putrinya kepadanya.
"Beberapa hari yang lalu, saya bermimpi bertemu dengan dewa, dewa mengatakan kepada saya bahwa putri saya jika tidak bertemu dengan pria terhormat bernama Shu akan terjerumus ke dalam dosa, dan berada dalam keadaan bahaya. Dan nama Anda juga sama seperti yang dewa katakan kepada saya," kata pemilik toko sutra dengan pandangan tertegun, setelah mendengar keterangan dari Shu.

Mendengar perkataan pemilik toko sutra tersebut, Shu lalu menceritakan pertemuan dengan putrinya pada tengah malam saat itu.

Selesai mendengar cerita pertemuan mereka, pemilik toko meneteskan air mata dan berkata, "Dewa mengatakan engkau adalah seorang pria terhormat, ternyata tidak salah."

Akhirnya pedagang mengutus orang untuk menjemput putrinya pulang ke rumahnya, dan dinikahkan dengan orang lain dan hidup dengan bahagia. Sedangkan Shu tahun berikutnya mendapatkan kenaikan jabatannya di pemerintahan, menjadi wali kota.

Memberi contoh yang baik kepada orang lain, sama artinya kita telah menyelamatkan seseorang dari kemungkinan berbuat buruk, karena terkadang tanpa disadari, seseorang selalu dalam pencarian contoh atau seorang figur yang baik, di dalam proses menuju kedewasaannya.


Kekurangan contoh atau figur seseorang yang baik di dalam masyarakat, akan menuntun seseorang melakukan hal yang sama, yang kemudian dianggap sebagai kebenaran bersama, yang diakui bersama, di dalam bermasyarakat. 

Sumber : erabaru.net

Persahabatan Bagaikan Air Tawar

Beberapa hari lagi saya akan bertugas di kota tempat kediaman teman lama, bernama Xiao Xiao. Rasanya baru saja berpisah, kenangan foto bersamanya dengan mengenakan baju wisuda magister sepertinya baru kemarin. Namun ternyata sudah berpisah selama 6-7 tahun. Dalam tahun-tahun ini kami sibuk dengan urusan masing-masing, sehingga jarang berhubungan, saya bahkan tidak mengetahui apakah nomor telponnya masih tetap yang lama.

Beberapa kali telah mencoba menelponnya namun tidak berhasil, oleh sebab itu saya meninggalkan pesan untuk Xiao Xiao di internet. Sekembalinya dari makan malam dari luar, ternyata ada miscall di handphone, dan ada sms dari Xiao Xiao. Saya tidak dapat menahan senyum, menyadari bahwa dia telah melihat pesan yang kutinggalkan untuknya. Kutelpon Xiao Xiao, kami berdua sama-sama terharu, dengan tak sabar menanyakan keadaan masing-masing.

Demikianlah serasa tiada hentinya kami bercakap-cakap, tak terasa sudah berbincang selama setengah jam. Xiao Xiao beberapa tahun lebih tua dari saya, dia menasihati saya tentang masalah yang perlu diperhatikan dalam mengasuh anak, dan menunjukkan "kunci" dalam menangani hubungan rumah tangga. Pembicaraan seperti ini sangat menghangatkan hati, sayapun sangat gembira dan lega dapat mengalami persahabatan yang murni dan tahan lama.

Mungkin inilah yang dimaksudkan sebagai hubungan yang tawar seperti air dari orang-orang budiman. Pada waktu masih kuliah, karena spesialisasi yang diambil Xiao Xiao memerlukan penerapan sehingga kebanyakan waktunya adalah berpraktek di perusahaan di luar sekolah. Sedangkan saya justru sepanjang hari mencari berbagai referensi di perpustakaan, sebab itu saya tidak terlalu sering berkumpul dengannya. Mungkin karena alasan karakter, maka asalkan dapat berkumpul kami selalu dapat berkomunikasi secara terbuka.
Baik urusan besar maupun kecil, bila dibahas bersama, kami selalu dapat saling memberikan usulan-usulan yang tulus sebagai pihak ketiga. Tanpa pikiran atau niat yang berbelit, bahkan tanpa harapan untuk memperoleh balasan apapun. Pada hari perpisahan setelah lulus kuliah, kami hanya berpelukan sebentar, lalu masing-masing pergi membalikkan tubuh.


Dikatakan hambar, hububungan seperti ini memang benar-benar hambar bagaikan air. Meskipun hambar namun dapat bertahan lama, sekalipun terpisah jauh, masih tetap seperti semula. Meskipun hambar, namun lebih menggetarkan, juga lebih didambakan dari pada hubungan penuh emosi yang menggebu-gebu, Mungkin disinilah letak makna sejati dari pada "hubungan para bijak hambar bagaikan air".

Sumber : erabaru.net

Orang Bodoh Membeli Sepatu

Ada seorang bodoh yang ingin membeli sepatu, karena menyadari kebodohannya, maka sebelum pergi ke toko, pertama-tama, di rumah, dia mengukur ukuran kakinya lalu mencatatnya di selembar kertas.

Sesudah ganti baju, dia segera keluar rumah, menuju ke toko untuk membeli sepatu yang sudah lama diincarnya. Namun sayang, saking terburu-buru, dia tidak menyadari bahwa kertas yang berisi catatan ukuran kakinya tertinggal di rumah.

Sesampai di toko sepatu, setelah melihat-lihat sebentar, dia lalu tertarik pada sepasang sepatu yang sesuai dengan keinginan hatinya. Ketika hendak mencoba memakai sepatu tersebut, tiba-tia dia teringat catatan ukuran kakinya yang tertinggal di rumahnya.

"Saya telah meninggalkan ukuran kaki saya di rumah, sekarang saya akan pulang ke rumah mengambilnya lalu saya akan kembali kesini," katanya kepada penjual sepatu.

Begitu selesai berkata, dia bergegas berlari pulang ke rumah mengambil catatanya. Namun ketika dia tiba kembali, toko sepatu itu telah tutup, oleh sebab itu dia tidak jadi membeli sepatu yang tadi telah dipilih.
Keesokkan harinya, dia menceritakan peristiwa tersebut kepada temannya, yang langsung bertanya padanya, 

"Mengapa pada saat itu engkau tidak mencoba memakai sepatunya?"

Orang bodoh tersebut menjawab, "Karena saya lebih percaya kepada ukuran di catatan saya."

Jawaban singkat yang membuat temannya terbengong memandangnya, bingung memahami keyakinan temannya, antara benar dan tidak benar, antara sulit dan tidak sulit dilakukan, dalam menjalankan keyakinannya tersebut. 

Sumber : erabaru.net

Ini Lebih Dahsyat dari Tabrakan Asteroid yang Punahkan Dinosaurus

Pada 65 juta tahun lalu, batu asteroid raksasa menghantam Bumi dan memicu punahnya spesies dinosaurus. Tapi ternyata, itu bukan yang terdahsyat.

Para ilmuwan merekonstruksi peristiwa tabrakan asteroid yang terjadi 3,26 miliar tahun lalu. Kala itu batu angkasa selebar 23-36 mil atau 37-58 kilometer -- 4 sampai 6 kali lebih lebar daripada yang membuat dinosaurus tinggal fosil.
Benturan dengan Bumi mengakibatkan terbentuknya kawah selebar 500 kilometer dan memicu gelombang seismik (tsunami) yang paling kuat, dari yang pernah ditimbulkan semua gempa bumi yang diketahui selama ini.

"Dampak tabrakan asteroid jauh lebih besar dari apapun dalam waktu 1 miliar tahun terakhir," kata Jay Melosh, ilmuwan Purdue University, yang tak terlibat dalam penelitian, seperti Liputan6.com kutip dari situs sains SPACE.com, Jumat (11/4/2014).

Peneliti Norman Sleep dan Donald Lowe dari Stanford University memetakan secara detil tabrakan dahsyat itu, setelah mempelajari bebatuan di wilayah Afrika Selatan yang dikenal sebagai sabuk hijau Barberton.

Batu angkasa mungkin membentur di titik yang jauh dari formasi Barberton, lokasi pastinya mungkin tak akan pernah ditemukan. Namun, peristiwa itu meninggalkan jejak di bebatuan di Afrika Selatan dan seluruh Bumi -- merusak kerak bumi dan mungkin memacu transisi dari rezim tektonik awal ke sistem lempeng tektonik yang masih berlaku hingga saat ini.

"Ini menjadi pendukung penting dari gagasan bahwa tabrakan asteroid itu mungkin bertanggung jawab atas perubahan besar dalam sistem tektonik Bumi," kata ahli geologi UCLA, Frank Kyte, memberi pendapat.

Tabrakan asteroid luar biasa itu diduga menjadi ancaman bagi kehidupan di muka Bumi saat itu -- jenis kehidupan yang diperkirakan terbentuk 3,8 miliar tahun lalu. Langit akan dipenuhi debu dan abu pekat, planet ini menjadi luar biasa panas, bahkan permukaan air laut mendidih.

Dampak tabrakan asteroid itu bisa jadi memusnahkan sejumlah besar bentuk kehidupan yang ada saat itu, mengosongkan ceruk bagi para penyintas (survivor) untuk berevolusi.

"Kami berusaha mengami kekuatan-kekuatan yang membentuk planet kita dalam masa-masa awal evolusinya, dan lingkungan di mana kehidupan berevolusi," kata Donald Lowe.

Meski terhitung dramatis, tabrakan asteroid yang terjadi 3,26 miliar tahun lalu bukan sesuatu yang sangat istimewa. Melainkan satu dari tabrakan yang terjadi dalam periode yang disebut  Late Heavy Bombardment --  yang dimulai sekitar empat miliar tahun lalu dan berlangsung selama 1 miliar tahun.

Periode bombardir yang sama juga berdampak pada obyek-obyek lain di bagian dalam tata surya. Memicu terbentuknya lubang besar di Mars, Venus, Mercury, dan Bulan.

Sumber : Liputan6.com

5 Hal yang Bisa Menghancurkan Ginjal Anda !

Jangan mengira hanya laki-laki yang akan mengalami lemah ginjal, dan perlu menguatkan ginja. Kaum wanita juga demikian, risiko wanita lemah ginjal juga tinggi, misalnya cepat menjadi tua, payudara kendur, rambut rontok, frigid, jika wanita hamil, lemah ginjal dapat berdampak pada generasi berikut! Kalau begitu apa saja kebiasaan yang paling merusak ginjal, dan bagaimana menguatkannya ?

Hati-hati dengan beberapa kebiasaan berikut yang dapat menghancurkan ginjal Anda :
Tidak suka minum air
Tidak sedikit kaum wanita menganggap ke toilet terlalu merepotka, sehingga tidak suka minum. Perlu diketahui ginjal bertanggung jawab mengganti sampah yang dihasilkan oleh aktivitas fisik, dan membuangnya melalui urin. Ketika ginjal melakukan aktivitas ini membutuhkan cairan yang cukup untuk membantu. Oleh karena itu, kaum wanita sebaiknya membiasakan diri untuk lebih sering minum air.

Lebih banyak minum soft drink daripada air putih (air alami)
Kafein yang terkandung dalam soft drink kerap dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, sementara jika tekanan darah tinggi akan merusak ginjal. Jadi sebaiknya hindari minuman soft drink secara berlebihan.

Kebanyakan asupan garam
Serapan garam yang berlebihan dapat meningkatkan beban ginjal, sehingga menyebabkan disfungsi ginjal, jadi sebaiknya kurangi asupan garam.

Peminum (alkohol)
Jika Anda menderita penyakit terkait ginjal, ditambah lagi dengan seringnya menenggak minuman keras, akan menyebabkan pengendapan asam urat yang berakibat pada obstruksi tubulus ginjal, sehingga menyebabkan gagal ginjal.

Terlalu banyak makan daging
Terlalu banyak makan daging akan menyebabkan kerusakan ginjal. Asupan daging sebaiknya dikontrol seukuran telapak tangan sekitar 0.5 cm tebalnya.

Tanda-tanda lemah ginjal :
  1. Ketika bangun pada pagi hari, menemukan kerontokan rambut yang berlebihan.
  2. Daya ingat menurun, kejadian kemarin hari ini sudah lupa.
  3. Tidak bisa tidur pada malam hari, meskipun tertidur namun, selalu dalam kondisi mimpi.
  4. Sering terbangun pada malam hari, kerap buang air keesokannya.
  5. Kekebalan tubuh menurun, selalu yang pertama lebih dulu terinfeksi flu begitu ada gejala flu.
  6. Frigid (dingin tidak ada gairah seksual).
  7. Menstruasi tidak normal, gelisah.
  8. Kehilangan nafsu makan.
  9. Muka pucat, kerap ada lingkaran hitam di seputar mata, kulit kendur, kering kusam.

Jika Anda memiliki enam atau lebih gejala terkait di atas, hati-hatilah dengan ginjal Anda, sebaiknya segeralah menguatkan ginjal Anda.

Sumber : erabaru.net

Soal UN 2014 Gunakan Standar Internasional

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan soal Ujian Nasional (UN) 2014 sudah menggunakan internasional. Langkah ini dilakukan untuk mengukur kompetensi siswa secara internasional.

"Ada beberapa soal yang merujuk dari PISA dan TIMSS. Jadi ada benchmark internasional. Ada multi objek. Kita ingin mengukur kompetensi anak-anak kita dengan standar internasional," kata Mendikbud Mohammad Nuh dikutip dari situs Kemdikbud, Senin (14/4/2014).

Ia mengatakan, meski mulai menggunakan standar internasional, soal UN 2014 tetap disesuaikan dengan kisi-kisi UN yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sekitar 2-3 tahun lalu.
"Perbedaannya terletak pada kualitas soal," kata Nuh.

Beginilah Suasana UN Saat Dipantau CCTVPengawas dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta 
mengawasi jalannya UN di SMA Negeri Budi Utomo 
Jakarta Pusat, Selasa (15/4/14)
PISA (Programme for International Student Assessment) adalah studi internasional tentang prestasi literasi membaca, matematika, dan sains siswa sekolah berusia 15 tahun, yang dikoordinasikan oleh OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) yang berkedudukan di Paris, Perancis.

Sedangkan TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study) adalah studi internasional tentang prestasi matematika dan sains siswa sekolah lanjutan tingkat pertama yang dikoordinasikan oleh IEA (International Association for the Evaluation of Educational Achievement) yang berkedudukan di Amsterdam, Belanda.

Pada pagi harinya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh memastikan persiapan pelaksanaan ujian nasional (UN) SMA dan SMK di rayon 8, Jakarta. Ia bersama rombongan mengecek di pusat rayon 8 di SMAN 112 Jakarta.

Rilis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyebutkan, pelaksanaan Ujian Nasionalo tingkat SMA/sederajat digelar 14-16 April 2014. Waktu ujian susulan dijadwalkan 22-24 April 2014.

Ujian Nasional untuk tingkat SMP/sederajat UN dimulai pada 5-8 Mei 2014. Sedangkan waktu ujian susulan pada 12-16 Mei 2014. Peserta UN SMA mencapai 4,5 juta siswa, SMP sekitar 3 juta siswa.

Sumber : erabaru.net